<p style="margin-bottom:0cm; text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:12pt"><span style="line-height:115%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Sobat sehat sudah pernah mendengar tentang TBC? </span></span></span></p> <p style="margin-bottom:0cm; text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:12pt"><span style="line-height:115%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Tuberkulosis atau yang biasa disingkat dengan TBC merupakan penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri <i>Mycobacterium Tuberculosis. </i>Bakteri ini sering menginfeksi jaringan parenkim paru yang kemudian menyebabkan TB paru, namun tidak hanya menyerang paru, bakteri TB juga dapat menginfeksi organ tubuh yang lain seperti Kelenjar Limfe, Tulang, maupun organ ekstra paru lainnya. Cara menularnya bakteri TB antara manusia dengan manusia lainnya adalah melalui droplet yang keluar lewat udara ketika seseorang terinfeksi TB paru atau TB laring yang batuk, bersin, maupun berbicara.</span></span></span></p> <p style="margin-bottom:0cm; text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:12pt"><span style="line-height:115%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Gejala TB yang utamanya muncul adalah batuk terus menerus yang tak kunjung sembuh, dapat berdahak maupun tidak berdahak. Sedangkan untuk gejala lainnya adalah demam, meriang, berkeringan di malam hari meski tanpa melakukan kegiatan, Nyeri dada dan sesak Nafas, nafsu makan yang menurun juga berat badan menurun. Seluruh orang dapat berisiko mengalami penyakit TBC namun terdapat beberapa kelompok yang berisiko lebih tinggi dalam terkena penyakit TBC, yakni anak-anak dan lansia, penderita HIV positif, pengonsumsi alkohol dan perokok aktif. Penyakit ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama pada seseorang yang mengalami penurunan daya tahan tubuh atau imunokompromais. Dan juga akan besar risiko penularan TBC pada orang yang tinggal pada tempat tinggal yang kurang memenuhi syarat kesehatan seperti lingkungan padat dan kumuh. </span></span></span></p> <p style="margin-bottom:0cm; text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><img height="100px" src="https://puskesmaskuta2.badungkab.go.id/storage/puskesmaskuta2/image/2-20260326083204-b3OTN.png" weigth="100px" /></p> <p style="margin-bottom:0cm; text-align:justify; margin:0cm 0cm 8pt"><span style="font-size:12pt"><span style="line-height:115%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif">Dengan begitu, alangkah baiknya jika sobat sehat memilih untuk mencegah adanya TBC, beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan vaksinasi yang biasanya diberikan kepada bayi baru lahir, kemudian menghindari kontak dengan penderita, dengan sebaiknya menggunakan masker ketika berada di tempat umum. Dalam hal ini juga diperlukan pemahaman tentang etika batuk yakni menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin, juga menjaga kebersihan dengan cuci tangan teratur serta menjaga daya tahan tubuh. TBC dapat menyerang siapa saja, tetapi sobat sehat dan tenaga kesehatan memiliki peran untuk mencegah dan mengendalikannya. Mulai dari menjaga pola hidup sehat, berani melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala, hingga mendukung pasien agar tetap semangat menjalani pengobatan, adalah langkah sederhana yang berdampak besar. Dengan kepedulian dan kerja sama yang baik, kita dapat menghentikan penyebaran TBC dan menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.</span></span></span></p>
YUK MENGENAL TBC : Cegah Penularan TBC Dimulai dari Diri Sendiri
26 Mar 2026